Artikel Mago "Sejarah Hari Valentine"

SEJARAH HARI VALENTINE


Salut mon amies! Selamat Hari Kasih Sayang semuanya. Akhirnya Mago “terbit” perdana di dunia komunikasi merangkap dunia maya ini.
Nah, karena tema kali ini adalah “Hari Valentine”, maka Mago akan memberikan beberapa artikel berkaitan dengan tema tersebut. Mungkin ada beberapa Mago Readers yang sudah mengetahui “Sejarah Hari Valentine”. Untuk yang belum jangan sedih dulu, Mago akan mengemasnya dalam bentuk yang mudah dipahami anak muda jaman sekarang :D
Sebenarnya ada banyak sejarah Hari Valentine lho Mago Readers. Banyaknya sejarah tersebut disebabkan berbedanya daerah dari sejarah tersebut berasal dan berbedanya keyakinan yang dianut. Berikut beberapa sejarah Hari Valentine yang terkenal:

Sejarah Valentine Menurut Bangsa Romawi
Ternyata perayaan hari Valentine termasuk salah satu hari raya bangsa Romawi paganis (penyembah berhala), di mana penyembahan berhala adalah agama mereka semenjak lebih dari 17 abad silam. Perayaan valentine tersebut merupakan ungkapan kecintaan mereka terhadap sesembahan.
Selain sebagai ungkapan rasa cinta terhadap sesembahan, Bangsa Romawi menyakini sebuah kisah sebagai asal muasal dari Hari Valentine. Kisah tersebut adalah tentang Romulus, pendiri kota Roma, yang pada masa kecilnya disusui oleh seekor serigala betina. Karena alasan itulah mengapa Romulus mempunyai kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran. Untuk memperingati peristiwa tersebut, setiap pertengahan bulan Pebruari, diadakan ritual penyembelihan seekor anjing dan kambing betina. Lalu darah dari kedua hewan tersebut dilumurkan kepada 2 pemuda yang memiliki fisik yang kuat. Untuk mencuci darahnya, mereka menggunakan susu. Setelah itu diadakan pawai dengan kedua pemuda tersebut di depan rombongan. Selama perjalanan , kedua pemuda itu melumuri segala sesuatu yang mereka jumpai dengan dua potong kulit. Para wanita Romawi mempercayai dengan melumurkan diri mereka, mereka akan mendapatkan kesuburan dan melahirkan dengan mudah.
Sejarah Valentine Menurut Penyembah Lupercus
Sejarah ini hampir mempunyai kesamaan dengan sejarah menurut Bangsa Romawi. Pada tanggal 15 Pebruari, di Roma Kuno diperingati Hari Raya Lupercalia. Lupercalia adalah perayaan kepada Lupercus (Dewa Kesuburan). Pada Hari itu, pendeta Lupercus menyembahkan kambing kepada dewa yang lalu kemudia mereka meminum anggur. Setelah itu mereka akan berlari-lari di jalanan kota sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun  yang mereka jumpai dijalan. Sebagian ahli sejarah beranggapan bahwa inilah cikal bakal Hari Valentine.

Sejarah Menurut Penganut Katolik
Menurut Ensiklopedi Katolik, nama Valentinus diduga bisa merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda yaitu dibawah ini:
·         pastur di Roma
·         uskup Interamna (modern Terni)
·         martir di provinsi Romawi Afrika.
Hubungan antara ketiganya ini dengan Hari Valentine tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini. Namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli Hari Raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.


Sejarah Valentine Dari Geoffrey Chaucer

Kalau versi Geoffrey Chaucer, dia percaya bahwa pada Hari Valentine adalah hari saat burung mencari pasangan untuk kawin lho Mago Readers. Dengan penyataanya ini menjadikan catatan pertama dihubungkannya Hari Raya Santo Valentinus dengan cinta romantis pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis.
Pada jaman itu sudah hal biasa untuk para kekasih bertukar catatan pada tanggal 14 Pebruari.

Sejarah Valentine Dari St. Valentine

Kisah inilah yang paling populer di dunia sebagai asal muasal Hari Valentine yaitu tentang Kisah St. Valentine. Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar.
Namun pada jamannya para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya. Hal ini membuat Claudius marah. Claudius berpikir bahwa jika pria tidak menikah, mereka akan senang hati bergabung dengan militer.
Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Karenanya St. Valentine menolak untuk melaksanakannya. St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini akhirnya diketahui oleh Claudius yang segera menangkapnya dan dijebloskannya ke dalam penjara. Lalu St. Valentine divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya.
Bukannya dihina oleh orang-orang, St. Valentine malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya itu. Salah satu dari orang-orang yang percaya adalah putri penjaga penjara sendiri. Sang ayah mengijinkan putrinya untuk mengunjungi St. Valentine. Tak jarang mereka berbicara lama sekali. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar.
Pada hari saat ia dipenggal, yakni tanggal 14 Pebruari, St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipir penjara tadi, ia menuliskan Dengan Cinta dari Valentinemu.
Pesan itulah yang kemudian mengubah segalanya Mago Readers. Kini setiap tanggal 14 Pebruari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.


Nah itulah beberapa sejarah Hari Valentine, semoga menambah pengetahuan Mago Readers, yaa. Well, Thanks for reading. Stay tune and keep read MagoMagz ^^