Prosa: Menggapai Atom Fatamorgana


Menggapai Atom Fatamorgana
oleh: Putri Alya (@putrram on Twitter)



Kau tahu bagaimana rasanya terjatuh?
seperti cahaya yang tak kunjung mendapatkan celah untuknya menyeruak dalam kegelapan
seperti kegelapan yang tak akan pernah memiliki ruang dan dimensi dalam pelangi

wahai bintang katakan pada malam
aku buta,
aku sukar melihat banyang indahnya dalam kepekatan malamu yang nista
katakan padanya aku tuli,
gendang telingaku hancur mendengar frekuensi alunan melodimu yang tabu
dan aku......aku bisu,
tak ada udara yang melewati katup esofagusku,
seperti tak ada semilir angin yang menggoyangkan rerumputan liar nan dusta
tak ada riakan, tak ada hembusan dan tak ada kehidupan
seperti malam tanpa kegelapan
seperti  aku tanpamu
hampa, sesak dan......rapuh

Aku ingin mengejarmu,
Menggapai semua fatamorgana yang bermetamorfosa menjadi alur sebuah cerita bernada kehidupan.
Tapi apa dayaku?
Usaha untuk mengejarmu
Seperti usaha seorang hades untuk mendapatkan medusa
Namun nihil, jangankan mengejarmu
Tertatih pun aku tak bisa, aku letih
Selama ini aku hanya mengejar bayangan semumu yang tabu
Aku hanya Menyusun puzzle dari ribuan keping mozaik spektrum bayangmu

Kini ku tahu
Aku tak perlu menggapaimu
Yang harus kulakukan hanya membiarkanmu
Membiarkan sekeping asa penuh penantian terbuang dan menjadi serpihan atom dalam kesepian
Membiarkanmu mengalir perlahan dan lenyap dari sudut mataku sampai kau menemukan muaramu sendiri
Dan Membiarkanku tak perlu menjadi riak air agar dapat mengejarmu

Aku hanya ingin menjadi ikan yang mengalir bebas sesuka hatiku,
Tak ada beban,  yang ada hanya kebebasan
Dan berjalan tanpa tujuan
Karena tujuanku adalah mengejar.........dan menggapai muara hatimu