Artikel: Memilih Penjurusan Yang Tepat



Memilih Penjurusan Yang Tepat



Waduh, masih bingung pilih jurusan?
Mau masuk IPA,enggak bisa hitung-hitungan…?
Mau masuk IPS,puyeng sama hafalan…?

***
Memilih jurusan di SMA menjadi penting karena disinilah awal dari sebuah perjalanan menggapai cita-cita dimulai. Jurusan yang ada di SMA sekarang adalah : IPA, IPS dan Bahasa. Tetapi ada beberapa sekolah seperti Smansa ini jurusan Bahasa sudah ditiadakan. Dari ketiganya tidak ada yang paling baik, tetapi semua baik, karena masing-masing jurusan membutuhkan kemampuan dan keterampilan tertentu yang khas. Dengan kesoktauan saya, tips disini mungkin bisa sedikit membantu kamu untuk memilih jurusan yang tepat. Here we go.

1.  Kenali Bakat/Potensi Diri
Kenali bakat mu dengan melihat hasil akademik/IQ yang kamu miliki. Jika kamu ragu, kamu bisa bertanya pada para ahli misalnya psikolog. Ingat, setinggi-tinggi nya bakat/IQ yang kita miliki jika tidak diasah, suatu saat pasti menurun

2.  Kenalilah Minat Anda
Minat adalah ketertarikan seseorang pada sesuatu, tetapi harus yang rasional. Jika kita tertarik pada suatu pekerjaan itu harus sesuai dengan kemampuan kita. Jangan sampai kita punya obsesi yang tidak punya dasar

3.  Buktikan dengan nyata
Buktikan dengan nyata, jika kemampuan mu itu besar potensinya dan tidak pantas untuk dianggap remeh. Lakukanlah sesuatu yang bisa memantapkan hatimu untuk yakin dan fokus pada pilihanmu

4.  Meminta restu dan doa
Bagaimanapun semua tidak akan berjalan lancar apabila kita berusaha tanpa berdoa, begitupun sebaliknya. Melaksanakan ibadah tanpa ilmu akan sia-sia. Mintalah restu dan saran pada kedua orangtua. Jika orangtua tidak sejalan dengan kita jangan lupa untuk buktikan dengan nyata. Karena orang tua juga pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Dream Pray and action.

Masih galau? Masih risau? Sama dong :D

Gak sedikit lho orang yang bilang IPS itu gak sebanding IPA. Eitsss itu salah banget, kalau kita serius sih semua pasti sama. Perjalanan kita masih jauh. Anak remaja memang labil, apalagi kalau seumuran kita kita ini, mungkin juga ada kan beberapa diantara kalian yang cita-citanya pun masih labil?

 Oleh karena itu, sekolah memegang peranan penting untuk dapat mengembangkan potensi diri yang dimiliki siswa. Kemungkinan yang akan terjadi jika siswa mengalami kesalahan dalam penjurusan adalah rendahnya prestasi belajar siswa atau dapat menyebabkan terjadinya kegamangan dalam aktualisasi diri. Tak jarang siswa tidak mengerti alasan pemilihan jurusan tersebut, hendak kemana setelah tamat sekolah dan apa cita-citanya.

Selain sekolah keluarga tidak kalah penting. pengalaman kita sama orang tua jelas tidak usah ditanya toh? Jadi dengarkan dulu saran orangtua kita harus pilih apa. Jika itu tidak sesuai yang kita inginkan, apa salahnya untuk meyukai dan merubah mindset kita sendiri, yang pertama harus kita pikirkan adalah peluang pekerjaan.

Yang salah besar itu kita mengikuti arus, gengsi atau uji nyali saja. Nah buat kalian yang berkeinginan masuk IPA dipersiapkan deh dari sekarang.Terutama kemampuan dalam menganalisa logika dan angka, seperti matematika, fisika, kimia, dan biologi.

Untuk yang berkeinginan masuk IPS Memang sih tidak bertemu dengan angka-angka trigonometri, Hukum Newton, serta istilah-istilah lain yang ada dalam pelajaran biologi seperti di IPA. Tapi bisa kita bayangkan bagaimana dibutuhkannya keseriusan dan ketekunan agar kita menjadi kritis, peka, serta memiliki pengetahuan kemasyarakatan. Bagaimana pun jika kalian memilih sesuatu harus siap dengan kensekuensinya. Di IPS ini kalian harus bisa berpikir secara kritis. Dan tidak usah melihat bahwa derajat IPS ada dibawah IPA.

Dari sumber yang aku temukan, seorang Psikolog UI, Indri Savitri, mengemukakan bahwa penjurusan siswa di sekolah menengah tidak saja ditentukan oleh kemampuan akademik tetapi juga harus didukung oleh faktor minat, karena karakteristik suatu ilmu menuntut karakteristik yang sama dari yang mempelajarinya. Dengan demikian, siswa yang mempelajari suatu ilmu yang sesuai dengan karakteristik kepribadiannya (minat terhadap suatu ilmu tertentu) akan merasa senang ketika mempelajari ilmu tersebut (Gupta et.al. 2006). Penelitian lain menunjukkan, bahwa faktor kepribadian mempengaruhi secara positif prestasi akademik (Furnham et. al, 2006). Dengan demikian penjurusan bukan masalah kecerdasan tetapi masalah minat dan bakat siswa.

            Mungkin kalian juga pasti tau kan? Kalau di tahun kita ini adanya SNMPTN undangan. Di Semester 2 ini grafik nilai raport kita harus naik atau minimal tetap. Semua pelajaran harus dikuasai karena kelas X kan mata pelajarannya inti jadi harus dipelajari. Karena kalau kita belajarnya misalnya IPA saja, kalau yang lainnya nilainya tidak tuntas, di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), tetap saja tidak naik (kelas). Jadi tetap saja pelajari semua, hanya ada waktu lebih belajarnya. Kalau ingin masuk IPA ya pelajari matematika, kimia, fisika, biologi. Kalau ingin masuk IPS ya pelajari lebih lanjut Ekonomi, Sosiologi, Sejarah, dan Geografinya.

            Oh ya. Apa salah nya kalian untuk shalat istikharah? Shalat meminta petunjuk agar diberikan jalan terbaik. Eitss. Shalat istikharah tidak hanya dilakukan sekali atau dua kali lho.. Minimal dilakukan tiga kali di pertengahan malam, dan ini harus diniatkan dengan baik untuk meminta keridhoan-Nya.

Imajinasi mu hari ini adalah kenyataan di masa depan. Kenyataan hari ini adalah imajinasi mu di masa lalu.

Bisa kan ngebedain antara imajinasi dan khayalan? Imajinasi adalah impian dan obsesi yang punya dasar. Tapi khayalan adalah impian dan obsesi yang tidak punya dasar. Jadi untuk apa kita mempunyai obsesi yang tidak punya dasar?
Goodluck yaa buat kalian yang masih bingung menentukan jurusan! Semoga informasi tadi cukup membantu!


Oleh: Dena Nurfalah, olahan sendiri dan dari berbagai sumber