Artikel: Kenapa Harus Ketupat?

Artikel: Kenapa Harus Ketupat?



Halo, Mago Readers! :D

Bagaimana nih lebarannya? Seru kan, ya? Masih pada dapat THR kan? Asiknya. Terkadang, Mago Readers pada penasaran enggak sih, kenapa harus ketupat yang menjadi makanan khas lebaran? Kenapa enggak bubur ayam? Atau bakso? Kenapa harus ketupat? *brb berpikir keras*
Nah, daripada penasaran, sekarang Mago akan membeberkan fakta-fakta yang dapat menjelaskan tentang, kenapa sih harus ketupat? Yuk, langsung saja!



Tradisi ketupat lebaran sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Kenapa harus ketupat? Kapan tradisi ketupat ini dimulai? Sayangnya, belum ada referensi ilmiah tentang mengapa harus makanan ini yang menjadi ciri khas. Namun, ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa tradisi membuat ketupat sudah ada sejak masuknya Islam ke tanah Jawa, sekitar tahun 1400-an. Mari, kita temukan jawaban dari pertanyaan ini berdasarkan 3 sumber.



1. Budaya Jawa


Dalam bahasa Jawa, ketupat sering disebut sebagai kupat. Kata kupat ternyata berasal dari suku kata  ku = ngaku (mengakui) dan pat  = lepat (kesalahan). Sehingga ketupat merupakan simbol dalam mengakui kesalahan.


Tradisi ketupat lebaran dapat dikaitkan erat dengan peran para wali, terutama Walisongo dalam penyebaran Islam di Indonesia, Mago Readers. Beberapa sumber mengatakan bahwa tradisi kupatan sudah ada pada zaman pra-Islam Nusantara, sebagaimana tradisi selamatan yang juga sudah ada dan berkembang di Indonesia. Namun, tradisi kupatan kemudian memperoleh sentuhan baru di zaman penyebaran Islam oleh Walisongo dalam rangka untuk menghadirkan tradisi yang akomodatif atau akulturatif di dalam masyarakat Jawa dan Nusantara pada umumnya.


2. Dari Sisi Bahasa




Dari sisi bahasa, kupatan (bahasa Jawa) ternyata berasal dari kata Kaffatan (bahasa Arab) yang memperoleh perubahan bunyi dalam ucapan Jawa menjadi kupatan.

Sama seperti kata barakah (bahasa Arab) menjadi berkat (bahasa Jawa) atau salama (bahasa Arab) menjadi selamet (bahasa Jawa). Maka secara istilah, dapat dinyatakan bahwa kupatan adalah simbolisasi dari berakhirnya bulan puasa serta menandai terhadap kesempurnaan atau kaffatan di dalam kehidupan individu dan masyarakat. Jadi, Mago Readers, tradisi kupatan adalah penanda keislaman manusia yang sudah sempurna.




3. Dalam Al-Qur’an


Sebagaimana dalam Al-Qur’an disebutkan:



“Udkhulu fi al silmi kaffatan, wa la tattabi’u khuthuwat al syaithon, innahu lakum ‘aduww al mubin”. 


Yang artinya, “Masuklah kamu sekalian ke dalam Islam secara sempurna dan jangan kamu ikuti jalannya syetan, sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata."


Dalam gambaran para waliyullah tersebut, kupatan adalah simbolisasi seseorang yang sudah memasuki Islam secara sempurna. Indikasinya sebagai berikut:
  1. Sudah melaksanakan puasa sebagai tazkiyat al nafs.
  2. Melaksanakan zakat sebagai tazkiyat al mal.
  3. Dan juga hablum min al nas dalam wujud saling silaturrahmi untuk meminta maaf kepada sesama manusia.

Orang-orang yang seperti ini digambarkan sebagai orang-orang yang kaffah, sempurna. Kehidupannya telah memasuki dunia fitrah serta suci dalam konsepsi keberagamaan. Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa ketupat atau kupat berasal dari kata laku papat. Laku  artinya perbuatan dan papat artinya empat. Ke-empat perbuatan yang hanya dilakukan pada bulan Ramadhan sampai 1 Syawal itu ialah: puasa Ramadhan, tarawih, zakat, dan shalat Ied.


Tradisi menyajikan ketupat pada hari Lebaran, bukan hanya ada di Indonesia lho, Mago Readers. Di Malaysia, Brunai, Singapura, Filipina, bahkan di Kepulauan Cocos (di Australia), ternyata ketupat juga dibuat saat merayakan Lebaran.


Jadi, itulah alasan-alasan mengapa ketupat dijadikan sebagai makanan khas pada saat lebaran. Taqaballahu minna wa minkum. Semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi di masa mendatang. Jangan memberhentikan amalan-amalan seperti tadarus dan sedekah hanya karena Ramadhan sudah berakhir, ya, Mago Readers. Lanjutkan! :)



Artikel oleh: Devita Olyviana Putri

Sumber:
http://www.manfaat-terbaik.com/2012/08/data-fakta-dan-arti-dari-ketupat-lebaran.html
http://duniamuam.wordpress.com/2009/09/19/lebaran-zakat-dan-ketupat/
http://cdiqlife.com/wp-content/uploads/2011/08/Ketupat-3.png