Wawancara: Obrolan Bersama Ustadz Anwar Mengenai Musik

Wawancara: Obrolan Bersama Ustadz Anwar Mengenai Musik



Halo, Mago Readers!
Kita akhirnya mencapai hari-hari terakhir berpuasa di Ramadhan tahun ini nih. Tapi, tetap pada semangat, kan, puasanya? Harus dong! :)
Kali ini, Mago akan menyajikan hasil wawancara Mago dengan Ustadz Anwar dari komunitas GP Ansor yang Mago temui di acara Buka Bersama Komunitas Musik Indie Purwakarta. Berbicara tentang music bersama seorang ustadz ternyata asik sekali, lho, Mago Readers! Jadi, yuk, langsung saja Mago beberkan hasil wawancara Mago dengan Ustadz Anwar.


Mago  : Assalamualaikum, Ustadz. Kami dari Mago Magazine ingin meliput acara buka bersama P-Mind. Nah, kami ingin mengajukan beberapa pertanyaan. Pertama-tama, perkenalan dulu saja, ya. Nama Ustadz siapa kalau boleh tahu?
Ustadz: Waalaikumsalam, Mago. Nama saya Anwar.
Mago : Halo, Ustadz Anwar. Nah, pertanyaan pertama, bagaimana pendapat Ustadz tentang pengadaan acara ini yang bertepatan dengan bulan puasa?
Ustadz: Jadi, tujuan utama kami adalah untuk meningkatkan kreatifitas di kalangan para pemuda. Dan, dengan pelaksanaan pada bulan puasa, tentu saja juga bisa membantu pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan yang sangat baik jika dilaksanakan pada Ramadhan. Kami juga sangat mengapresiasi mereka karena yang namanya pemuda itu diwajibkan untuk menjadi kreatif. Dan, orang-orang musik memang dapat tercerahkan pikirannya melalui kegiatan-kegiatan keagamaan, sosial, dan ekonomi yang dilakukan oleh komunitas. Juga agar kami dapat merekrut lebih banyak pemuda di Purwakarta dan memotivasi mereka secara lebih baik lagi.
Mago: Wah, bagus sekali, ya, tujuan-tujuan dari diadakannya acara ini. Nah, pertanyaan kedua, kan acara ini diadakan pada Ramadhan. Tetapi, lagu-lagu yang dibawakan di acara ini bukanlah lagu-lagu islami. Bagaimana menurut Ustadz Anwar akan hal ini?
Ustadz: Nah, musik islami maupun non-islami itu sama saja. Asalkan dapat didengar dengan pikiran yang enak. Karena yang penting dari musik adalah, apakah musik itu enak untuk didengar atau tidak. Tanpa memperdulikan latar belakang dari musik tersebut. Yang jelas, asalkan musik itu dapat memberi gerakan yang lebih baik. Karena, memang tidak salah jika kita mengikuti aliran musik kita sendiri.
Mago: Benar juga, ya, Ustadz. Lalu, Ustadz Anwar ini berasal dari komunitas GP Ansor, ya? Kapan terbentuknya komunitas ini?
Ustadz: Komunitas ini sudah terbentuk sejak 1934. Sebelum kemerdekaan Indonesia pun sudah ada. Dulu, ada yang disebut resolusi jihad. Jadi, sebelum TNI itu ada, ada yang disebut tentara Hasbullah. Ketika dulu Indonesia ingin merdeka, mereka dilibatkan sekali. Dan bukan hanya di Purwakarta saja, tetapi di seluruh Indonesia juga ada. Dan, komunitas musik ini juga termasuk garapan mereka.
Mago:  Hebat sekali, ya, Ustadz. Kemudian, apa harapan Ustadz untuk kegiatan ini di Ramadhan-Ramadhan selanjutnya?
Ustadz: Kami berharap kita dapat melakukan kerjasama karena kami sangat terbuka. Mengobrol bareng, membuat acara-acara ceremonial bareng. Dan, bukan hanya di Ramadhan saja. Karena, rencananya di Februari, kami akan mengadakan Gelar Budaya yang merupakan sebuah acara seni musik.
Mago: Baiklah. Terima kasih, Ustadz Anwar, atas waktu dan kerjasamanya. Semoga ke depannya komunitas ini dapat membawa lebih banyak perubahan positif dan lebih memajukan musik di Purwakarta.
Anwar: Amin! Terima kasih juga, ya, Mago.




Wawancara oleh: Nia, Difa, Windy, dan Tiyo.