Wawancara: Nabila Andriani dan M. Alfi Syahri

Wawancara: Nabila Andriani & M.Alfi Syahri



Narasumber: Nabila Andriani  Kelas: XI IPA 3
                  M.Alfi Syahri     Kelas: XI IPA 7



Halo, Mago Readers! :D
Mago beruntung sekali nih karena berkesempatan untuk mewawancarai Kak Nabila dan Kak Alfi, perwakilan dari Pengurus OSIS SMAN 1 Purwakarta yang super kece dan diharapkan akan membawa perubahan yang signifikan terhadap SMANSA. Yuk, langsung saja Mago laporkan hasil wawancaranya. ;)

***

Mago: Halo, Kak Nabila. Halo, Kak Alfi. Apa kabar nih? Mago mau menanyakan beberapa pertanyaan seputar kepengurusan OSIS periode baru nih. Boleh, ya, Kak?
Nabila: Halo, Mago. Boleh dong. Hehe.
Alfi:     Halo juga, Mago. Boleh banget.

Mago: Asik. Pertanyaan pertama, ya, Kak. Mengapa kakak-kakak bersedia dicalonkan menjadi Ketua OSIS waktu itu?
Nabila:  Saya bersedia karena saya yakin pada potensi yang ada pada diri saya sendiri dan juga mungkin saya dipercaya oleh teman-teman saya untuk memimpin OSIS di SMANSA ini.
Alfi:    Karena disaat kita sudah diberi kepercayaan oleh orang lain, maka kita harus mempertanggung jawabkan kepercayaan itu dengan baik. Janganlah menyia-nyiakan kesempatan yang telah orang lain berikan, belum tentu kesempatan itu akan datang kedua kalinya. Selain itu juga saya mendapat dukungan yang pertama adalah dari kedua orangtua saya selanjutnya dari diri saya sendiri yang men-sugesti bahwa saya sudah mampu memimpin diri saya sendiri maka saya beranikan diri untuk memimpin warga SMANSA.

Mago: Berarti kurang lebih dikarenakan rasa tanggung jawab akan amanah, ya, Kak. Lalu, siapa contoh pemimpin yang dijadikan sebagai acuan dalam masa kepemimpinan Kakak-Kakak?
Nabila: Kalau saya, Pak BJ. Habibie atau mungkin Pak Jokowi. Karena, mereka memiliki pemikiran dan gagasan yang baik bagi rakyat yang berada di bawah kepemimpinannya. Cukup dengan menggunakan sesuatu yang sederhana untuk merubah sesuatu yang besar.
Alfi:   Saya memilih Bapak Ir. Soekarno. Karena, beliau memiliki filosofi yang sangat indah seperti "Janganlah engkau memikirkan apa yang negara berikan untukmu. Tapi, pikirkanlah apa yang telah kamu berikan untuk negara."

Mago: Bagaimana kalian menyikapi kritikan dan saran dari acara pemilihan Ketua OSIS beberapa waktu yang lalu?
Nabila: Kalau kritikan dan saran pastinya saya terima. Karena, itu bisa meningkatkan kualias pada diri kita masing-masing. Kita juga bisa belajar dari situ. Saran yang diberikan bisa kita pergunakan, dan kritikan bisa dijadikan pembelajaran untuk kedepannya bisa lebih baik lagi.
Alfi:    Untuk menyikapi acara kemarin, namanya juga acara. Pasti ada yang pro dan ada yang kontra. Menanggapinya dengan jangan mengambil hal-hal negatifnya. Kalaupun ada kritikan yang sifatnya membangun, ya, kita jadikan motivasi untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Mago: Semacam dijadikan bahan bakar untuk menjadi lebih baik, ya, Kak. Kemudian, bagaimana cara Kakak-Kakak dalam membagi waktu antara urusan pribadi dan organisasi?
Nabila: Masalah pembagian waktu, semuanya itu ada waktunya. Ketika sekolah saya akan menggunakan waktu saya untuk sekolah, akan tetapi bila berkaitan dengan organisasi ada juga waktunya, misalkan saat pulang sekolah, atau saat istirahat. Nah, kalaupun harus izin pada saat jam pelajaran untuk mengurus event maka saya harus belajar kembali dirumah agar seimbang antara organisasi dan sekolah.
Alfi:    Untuk pembagian waktu ini sebenernya enggak terlalu ribet, karena kita berada dalam organisasi itu waktunya tidak lebih lama dari waktu kita menjalankan kehidupan sehari-hari. Paling cuma 4-5 jam/hari jadi tidak begitu menggangu. Tapi, apabila kita sudah terpilih menjadi seorang pemimpin maka yang harus diutamakan itu adalah kepentingan masyarakatnya maka dari itu organisasi lebih penting. Tapi, karena saya tidak terpilih sebagai Ketua OSIS, maka saya lebih mengutamakan sekolah dan kehidupan sehari-hari saya dibandingkan organisasi.

Mago: Apa yang membedakan antara kepengurusan OSIS periode tahun sekarang dengan tahun lalu?
Nabila: Jelas yang beda itu, ya, dari ketuanya. Dulu itu, kami mempunyai ketua seorang wanita dan sekarang laki-laki. Pasti ada suatu perbedaan dalam menyikapi suatu persoalan, entah itu dari sudut pandang dan lainnya. Ya, kita hanya bisa mendo'akan agar keputusan apapun itu yang terbaik untuk SMANSA.
Alfi:    Untuk kepengurusan OSIS kali ini, kami mempunyai tantangan yang cukup besar. Karena untuk saat ini, kami tidak diberikan anggaran atau biaya yang disebabkan sekolah sudah berdasarkan pada 0%.

Mago: Cukup signifikan juga, ya, Kak, perbedaannya. Sedih enggak waktu ternyata Kakak-Kakak enggak terpilihsebagai Ketua OSIS?
Nabila: Sedih sih. Tapi saya berfikir lagi, artinya disini belum waktu nya saya menjadi seorang pemimpin karena masih ada yang lebih baik lagi dari saya. Kami para calon Ketua OSIS SMANSA tidak mengejar jabatan dalan suatu organisasi tapi kami mencari seseorang yang bisa membawa dan memimpin OSIS SMANSA. Jadi siapapun itu, kami akan tetap mendukung dan bekerjasama dalam menjalankan tugas.
Alfi:     Tidak ada yang perlu disedihkan! Diantara kami ber-4 itu sudah menjadi yang terbaik dan yang terpilih itu merupakan Best of the Best dari kami ber-4 dan kami harus mendukung siapapun yang menang. Karena, kami memiliki tujuan yang sama yaitu memajukan OSIS-MPK SMANSA menjadi lebih baik lagi.

Mago: Betul itu, Kak! Pertanyaan terakhir. Apa yang ingin Kakak-Kakak ubah dari SMANSA?
Nabila: Awalnya, kami akan mengubah dari kepungurusan OSIS-MPK itu sendiri, cara berfikirnya terutama. Jadi, kami harus merundingkan apa yang akan kita ubah dan kita lakukan. Nah apabila para pengurus OSIS-nya saja masih belum tahu apa yang akan mereka lakukan, bagaimana dengan warga SMANSA lainnya? Di khawatirkan mereka pun akan jauh tidak mengerti. Apabila semuanya sudah terkonsep, maka akan mudah dalam hal merealisasikannya.
Alfi:   Yang pertama adalah kami ingin mengubah mindset warga SMANSA yang diidentikan dengan pelajaran. Kalau masalah seni dan musik itu mungkin kurang dilirik, ya. Nah maka dari itu, kami ingin meghilangkan judge orang-orang yang bilang bahwa anak SMANSA itu cuma pintar saja tetapi tidak memiliki bakat seni.

***

Nah, itu dia hasil wawancara Mago bersama Kak Nabila dan Kak Alfi, perwakilan dari Pengurus OSIS periode 2013-2014. Mago doakan semoga kepengurusan periode ini dapat lebih mengajak warga SMANSA untuk turut berpartisipasi dalam memajukan sekolah kita yang tercinta. Sukses terus dan semoga aspirasi para siswa dapat lebih didengarkan. Salam hangat dari Mago untuk para pembaca sekalian. :)





Wawancara oleh: Nia dan Dena