Wawancara: Dimas Adhinegoro, Ketua Panitia MABIM

Wawancara Dimas Adhinegoro,
Ketua Panitia MABIM



Profil Narasumber
Nama         : Muhammad Dimas Adhinegoro
Kelas         : 12 IPA 2
Twitter        : @Dimasadhinego

Mago : “Selamat siang Kang, kami dari Mago. Minta waktunya sebentar ya untuk wawancara tentang Pra-Mabim dan Mabim.”
“Iya.”

Mago : “Apa saja persiapan yang dilakukan oleh panitia?”
“Dari panitia itu banyak sekali persiapan. Kepanitiaan awal intinya terbentuk itu bulan Maret, mulai dari acara, proposal dan konsep acara. “

Mago : “Berapa lama persiapan panitia untuk Mabim?”
“Sekitar 3-4 bulan, tapi tidak semuanya dari panitia, jadi ada bimbingan juga dari guru.”

Mago : “Apa tujuan diadakannya Pra-Mabim?”
“Tujuan Pra-Mabim itu mengenalkan kepada peserta untuk lebih mengenal lingkungan Smansa. Biasa di sebut Calon Siswa Smansa (CASISA).”

Mago : “Apa tujuan diadakannya Mabim?”
“Tujuan Mabim sendiri yang pertama yaitu sesuai dengan Kab.Purwakarta untuk membentuk kepribadian karakter. Karena sekarang kepribadian karakter banyak hilang dari remaja-remaja Indonesia, maka kami panitia ingin mengembangkan lagi kebijakan berkarakter.”

Mago : “Kapan pelaksanaan Pra-Mabim dan Mabim?”
“Pra-Mabim tanggal 5 Agustus 2014 dan Mabim tanggal 6-7 Agustus 2014.”

Mago : “Bagaimana cara Akang mengatur anggota panitia?”
“Cara mengaturnya cukup rumit karena berbenturan dengan lebaran, tapi itu bisa diusahakan dengan kehadiran. Tapi tetap ada toleransi untuk yang mudik.”

Mago : “Apa syarat yang diajukan oleh pihak sekolah?”
“Syaratnya itu hanya dari dinas, karena sekolah juga tergantung dari dinas. “

Mago : “Apa pendapat Akang tentang peserta Mabim tahun ini?”
“Peserta Mabim tahun ini menurut saya cukup baik, bagus, mudah dilatih untuk pembentukan karakter, lebih cerdas dalam membedakan mana yang baik dan buruk.”

Mago : “Seperti apa hukuman yang diberlakukan untuk siswa yang melanggar?”
“Hukumannya yang menguntungkan, misalnya kebersihan kelas. Tidak ada perpeloncoan seperti push up sit up. Hukumannya berupa menghafalkan Mars Smansa, do’a qunut dan membersihkan lingkungan SMAN 1 Purwakarta.”

Mago : “Apakah kali ini diadakan camping?”
“Tidak, awalnya saya ingin mengadakan camping tapi tidak diizinkan oleh pihak sekolah.”

Mago : “Oke, terima kasih atas waktunya Kang.”
“Okee.”



*Wawancara oleh M Ikhsan M (@MIkhsanM), Tim Redaksi Mago Magazine
**Foto diambil oleh Qonita Rabbani (@QonitaRabbani), Tim Redaksi Mago Magazine