Reportase: Smansa Darah Pemuda

Reportase: Smansa Darah Pemuda



 “Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa satoe, bangsa Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.”







Tanggal 28 Oktober 2014 kemarin, Pengurus OSIS-MPK Smansa yang baru mengadakan event untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Banyak acara seru yang diadakan, seperti bazaar, lomba debat, lomba pidato, dan hiburan-hiburan. Selama acara berlangsung siswa-siswi dilarang untuk ke lantai 2 dan 3, kecuali para peserta lomba karena sudah diberi cap sebagai tanda izin. Jalan-jalan untuk kelantai atas diblokade. Siap-siap ya kalo ketahuan ke lantai 2 atau 3 nanti dimarahin SISPEKA, jadi semua ikut berpartisipasi dan gak ada yang males-malesan dikelas selama acara berlangsung.






Acara dimulai sekitar pukul 7.30 WIB dengan melaksanakan apel terlebih dahulu. Setiap kelas mewakilkan sepasang siswa dan siswi untuk mengenakan pakaian adat provinsi yang telah ditentukan. Baru setelah itu siswa-siswi mengurus persiapan bazar, semuanya bergerak cepat karena hanya diberi waktu sekitar 30 menit untuk mendekor standnya. Yang mengikuti lomba, mereka diberi cap terlebih dahulu, lalu bersiap-bersiap untuk mengikuti lomba.





Stand-stand diacak tidak berurutan sesuai dengan kelas. Jadi semua kelas bercampur. Semua stand menjual makanan dan minuman, namun ada beberapa stand yang menambahkan barang lain, seperti dari stand 4 (10 IPA 7 & 10 IPA 8) mereka menjual paper craft yang lucu. Lalu dari kelas 12 IPA 1 & 2 (ELEXRICO) menjajakan bakso dalam ukuran mini, dan ini nih stand terserem dari semuanya, JURIG dari kelas 10 IPA 3 & 4. Eiit, jangan ketipu ya Mago Readers! Ini singkatan dari Jajanan Urang Indonesia Gaul, uniknya dari stand ini mereka membawa Mr. Popong ukuran mini saat promosi. Sedikit ekstrim tapi laku. Juga ada satu stand yang terobsesi dari cookie run, stand yang satu ini terbilang lucu karena memakai si kue jahe sebagai iconnya, yaitu stand dari kelas 11 IPA 1 & 2 yang terlihat lucu dengan warna dominan pink yang terlihat girly. Dan ada sang pemadam kelaparan dari kelas 10 IPA 1 & 2.





Euforia dari siswa-siswi cukup besar, dapat terlihat dari stand-stand yang disikat habis. Seperti di Kedai23 dan JURIG yang sudah terlihat santai saat acara berlangsung. Masih banyak acara lainnya yang berlanjut hingga pukul 15.00 WIB, seperti penampilan dari orkestra, duet maut group band D'Bancets dengan kang Fariz (yang jadi MC), penampilan peserta pidato, KRESTRA, dan yang paling panas adalah final lomba debat yang membuat penonton terbawa suasana.

Juri Lomba Pidato


Hiburan dari Kang Fariz & Band D'Bancets
Juri Lomba Debat





Event kali ini terasa padat, dimulai dari persiapan yang cukup mendadak dan rangkaian acara yang seru. Terima kasih kepada SISPEKA yang telah mengadakan event pertamanya ya!


Hiburan dari Orkestra


Hiburan dari KRESTRA





*Ditulis oleh Balqis Khania (@balqiskhn), Tim Redaksi Mago Magazine
**Foto diambil oleh Indri Septiani (@indri_sept), Fotografer Mago Magazine